Inilah kenyataan sejati. Bagaimana bentuk hukum yang terjadi di Indonesia ini. Sebagaimana hukum Rimba. Yang kuat dialah yang menang. Sementara bagi yang lemah maka menderitalah. Berikut ini kasus yang saya kutip dari METROTVNEWS.com
Mari kita simak
BUKAN bermaksud untuk mengkelas-kelaskan anggota masyarakat. Namun fakta menunjukkan bahwa ada perbedaan perlakuan yang diberikan kepada mereka yang dekat dengan kekuasaan, mereka yang empunya, dengan mereka yang papa, mereka yang tidak berdaya.
Apa yang dialami Keluarga Kadana di Indramayu merupakan contoh yang nyata ketidakadilan hukum kepada orang kecil. Karena tidak ada koneksi, mereka menjadi korban pemerasan aparat ketika memperjuangkan keadilan bagi dirinya.
Ketidaktahuan Keluarga Kadana bukannya dipermudah, malah dipersulit. Di tengah kebingungan, orang akhirnya dihadapkan kepada ketiadaan pilihan. Kita lihat bagaimana Keluarga Kadana akhirnya menjual rumah tinggal mereka untuk membayar uang Rp 14 juta kepada oknum polisi.
Rumah sudah dijual, uang sudah diberikan, namun keadilan tidak kunjung didapatkan. Kadana tetap mendekam di dalam penjara dan ia tetap harus menunggu keputusan kasasi yang ia ajukan ke Mahkamah Agung.
Persoalannya bukan lamanya proses hukum yang harus dinantikan Kadana, namun istri dan empat anaknya kini harus menderita karena mereka tidak memiliki lagi tempat bernaung. Mereka terpaksa tinggal di bekas kandang kambing miliknya, dengan fasilitas yang seadanya.
Apa yang dialami Keluarga Kadana bukan sekadar sebuah potret kemiskinan, tetapi potret ketidakberdayaan. Keadilan bukannya berpihak kepada kebenaran, tetapi kepada materi. Siapa yang memili
ki banyak materi, mereka banyak mendapatkan hak istimewa. Mereka yang miskin dan tidak berdaya, mereka hanya bisa menderita.
Lihat saja Arthalyta Suryani misalnya. Perempuan pengusaha itu tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi menyogok Jaksa Urip Gunawan. Ketika menjalani hukuman, ia mendapat keistimewaan di mana tempat tahanan yang tidak ubahnya seperti hotel berbintang. Tidak hanya itu, atas nama kemanusiaan, Mahkamah Agung memberikan keringanan hukuman kepadanya.
Kalau Arthalyta bukannya orang yang berada, tidak mungkin ia akan mendapat keistimewaan seperti itu. Karena kekuatan uang maka ia bisa dicarikan pembenaran untuk mendapatkan semua yang ia inginkan.
Tidak adanya hukum yang memberi keadilan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada sistem hukum. Padahal tidaklah mungkin kita bisa membangun demokrasi yang sehat tanpa ada sistem hukum yang bisa diandalkan.
Inilah sebenarnya tantangan terberat pemerintah pascareformasi. Bagaimana kita bisa membangun sistem hukum yang bisa dipercaya. Itu membutuhkan dukungan hadirnya aparat hukum yang bukan hanya memiliki integritas tinggi, tetapi memiliki kompetensi yang tinggi.
Sekarang ini kita menghadapi kondisi di mana aparat penegak hukum sangat tidak bisa dipercaya. Mereka bukanlah penegak hukum yang mengawal bagaimana peraturan seharusnya dijalankan, tetapi hanya sekumpulan orang yang yang rakus akan materi dan tega untuk memperdagangkan hukum.
Terungkapnya kasus Gayus Tambunan menjadi pembenaran bob
roknya sistem hukum kita. Bagaimana mulai dari polisi, jaksa, hingga hakim bisa bersekongkol untuk merekayasa sebuah tindakan korupsi yang dilakukan aparat pajak, hanya karena ada uang yang bisa mereka dapatkan dari sana.
Kita percaya bahwa kasus Gayus Tambunan hanyalah punya dari gunung es. Begitu banyak kasus yang secara sengaja direkayasa karena ada permainan uang di sana. Hukum bisa dibeli oleh mereka-mereka yang memiliki uang yang banyak.
Sekarang ini hukum hanya tegas kepada mereka yang tidak berdaya. Bahkan seperti kasus Kadana, hukum justru bersalah guna. Ia sangat kejam karena menghukum orang yang tidak bersalah. Begitu banyak orang yang dihukum bukan karena kesalahan yang ia perbuat. Sementara mereka yang jelas-jelas bersalah bisa lenggang-lenggang kangkung.
Hancurlah sebuah negeri apabila tidak memiliki sistem hukum yang bisa diandalkan. Inilah yang seharusnya menggugah pemerintah untuk segera bertindak membenahi kekacauan ini, karena keadaannya sudah demikian parah. Kita harus menggunakan cara yang luar biasa untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.



Saya sudah lama tahu, memang hukum di negeri ini hanya berlaku untuk rakyat yang lemah. Makanya saya malas berurusan dengan hukum.. :evillaugh:
.-= Deka´s last blog ..Kode Emotion Deka’s Blog =-.
ia, aku juga udah ragu pada hukum. nanti kalau aku berurusan dgn hukum, pasti aku masukin kisahnya di blog. tenang aja
.-= wahyu´s last blog ..Terkenal tapi Tak Dikenal =-.
Kenyataannya memang seperti itu mas…kita udah capek mengurut dada dengan rusaknya sistem pemerintahan di negri ini.
:ngakak: pejabat itu berasal rakyat, rakyat indon rata2 memiliki mental lemah, matre, korup. Tampilkan foto mini profil Twitter/FB di widget Feedjit Live Traffic Feed
inilah potret hukum di negeri kita, yg dlm waktu 100thn pun belum tentu bisa beres.
carut marut di negeri ini sudah parah.
semoga saja, entah kapan, akan bisa seperti yg diharapkan oleh rakyat.
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Berbahagia Dengan Musibah Sakit =-.
Selamat soreh, sekedar mampir dan izin pasang link.
wah namanya saja hukum … ada hukum pasti ada yang membuat kesalahan atau melanggarnya … hukum dibuat kan untuk di langgar….
Itulah alasan utama saya besok anak saya kupertimbangkan lagi untuk kuliah ngambil jurusan hukum mas. Selagi memakai hukumnya Yahoodi, Indonesia tidak akan pernah baik kok mas. :jedug::nyembah::plis::puyeng::clinguk2::nangis:
.-= UDIENROY.com´Slast blog ..Hukum hanya tegas dan berlaku untuk rakyat lemah =-.
Betul, Hukum slalu tanggap kpd rakyat biasa, tp buat pejabat prosesnya puaaaaanjang bgt ^^
.-= UDIENROY.com Hukum hanya tegas dan berlaku untuk rakyat lemah =-.
kata Nabi: Umat terdahulu hancur karena hukum hanya kuat untuk orang-orang lemah dan sebaliknya hukum menjadi lembek ketika berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai kedudukan
.-= UDIENROY.com Hukum hanya tegas dan berlaku untuk rakyat lemah =-.
Jadi alergi sama yang namanya pajak, hukum, pengadilan, kejaksaan, dewan… didaerah saja bobroknya minta ampun…
Selama di dunia keadilan yang hakiki susah terwujud
“Rakyat Kecil” yang selalu jadi korban, itu pasti :diem:
Assalamu’alaikum, satu hal yang saya tahu adalah, hukum di akhirat nanti, tidak ada yang bisa lolos daripadanya, semua pasti akan ditegakkan dengan seadil2nya (Dewi Yana) :gemes: :sliweran:
.-= Dewi Yana´s last blog ..Bersahabat Dengan Al Quran =-.
begitu ya..????
pa kabar bang udien..?? :hore:
Dulu pernah punya keinginan ingin kuliah hukum tapi sadar gak akan bisa berbuat banyak:matabelo::matabelo:
hanya bisa :diem::diem: …..
.-= delia´s last blog ..Mencoba Sekarang =-.
setuju!!!!
salam kenal nihh
sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com
betul juga kang udin
mencuri semangka saja di hukum
mengambil milyaran aman2 saja
.-= citromduro´s last blog ..Cara Backup WordPress =-.
sehingga kesannya hukum di negeri ini hanya untuk orang lemah
hukum di negeri ini memandang sebelah mata pada orang lemah dan akan mendapat tindakan tegas sekecil apapun kesalahan yang diperbuat
salam dari pamekasan madura
.-= citromduro´s last blog ..Hati Nurani dan Profesionalisme =-.
itulah disini.hukum “tegas dan Tegak” bila untuk para kurcaci tp bisa di bengkokan bila untuk para kurcaca..
Ternyata kekesalan Mas udien sama dengan saya ya…salam hangat mas…
:evillaugh: tumben kamu posting yang serius bror ? hukum ada “harganya” kalau mau kebal hukum ya harus beli. la kita mana bisa begitu ? untuk makan saja kembang kempis je….
.-= Blogger Terpanas´s last blog .."TUHAN" kita adalah GOOGLE =-.
ironisnya negara hukum…. :dead:
.-= Asop´s last blog ..Tepat Waktu =-.
memang demikian sejak zaman dahulu..
entah apa bisa brubah..makanya saya males berursan dengan hukum..
.-= anno´s last blog ..Survei Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran =-.
:diem: merindukan keadilan..sperti kang udien…
judulnya manteep tenaan….
.-= deena´s last blog ..[luvShare] P.A =-.
kunjungan balik sob,, :nangis:
aku setuju dengan postinganmu,, rakyat lemah selalu menjadi korbat.
.-= a’ak budi´s last blog ..the best ways to introduce change into companies =-.
hARGAI HUKUM DAN PATUHI HUKUM .. PERATURAN YANG SUDAH DI BUAT JANGAN PERNAH DI LANGGAR … BERAWAL DARI PERATURAN LALULINTAS …
.-= bayuputra´s last blog ..Budidaya Ikan Patin =-.
Wuih
Penegak hukum yang jujur kasihan ya?
Berkunjung dipagi hari sambil menunggu tulisan baru.
bang udien !! mana lagi postingannya..???
dikarenakan pemimpin yang tidak adil dan tidak amanah trhadap tanggung jawabnya… jadilah kek gni.. dan ini merupakan cerminan dari kondisi sosial kemasyarakatan suatu bangsa
.-= sunflo´s last blog ..My 4th Umrah: Menyusuri Madinah =-.
dmanakah pemimpin yang adil itu ya?
.-= rose´s last blog ..Kutinggalkan dia KarenaMU =-.
Gimana yah..dah turun -temurun tuh
Kalo banyak hepeng…
Ringan deh hukuman…
Malah bisa-bisa Bebas
.-= Vulkanis´s last blog ..Tidak perlu menunggu apapun untuk menganalisa pengunjung situsmu =-.
Salam hangat dan sukses selalu
.-= Vulkanis´s last blog ..Tidak perlu menunggu apapun untuk menganalisa pengunjung situsmu =-.
:clinguk2: :ngikik: :ngakak: pagi mas:-) ra iso turu aku bw ae ng kene
Mas, sampean dwld paintCAD di getjar gak bisa dibuka ya? ata peringatan “aplikasi tidak valid” kalau itu yang terjadi, di akhir URL dwl coba ganti tulisan jad sama jar. hp sy jg kalau file jad gak bisa d buka.
masih ada hukum yang tak melihat ras dan status kawan……..hukuman dari Tuhan
resah memang jikakita membicarakan tata cara menghukumd an menghukum di negri kita
salam hangat dari blue
.-= dobleh yang malang´s last blog ..Tulisan sang sahabat itu…… =-.
bang…. mampir ya ke blog aku yang baru… yang lama dah dilego…. :jedug:
jika di pengadilan kita tidak lagi menemukan keadilan, haruskah selamanya kita mencari keadilan di jalanan
.-= firdaus´s last blog ..saya tidak(belum) KAYA tapi saya BAHAGIA =-.
Hmmm bener banget, kenyataannya memang begitu, Hukum dan Uang ga bisa jalan sendiri2 dech sekarang ini…
itulah Indonesia :hoho:.. yang penting ada uang semuanya jadi mudah.. ga ada uang ya jadi susah..
.-= kumpulan artikel´s last blog ..Perbedaan Notebook vs Laptop =-.